South Africa

Kota Makassar di Afrika Selatan Memangnya ada??

Screen Shot 2017-09-16 at 7.36.06 PMMakassar…

Disaat mendengar kata Makassar apa si yang ada di benak kalian?

Kalau yang si Neng tau Makassar itu ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, teletak di kawasan Indonesia Timur, atau dikenal juga dengan nama Ujung Pandang. Terkenal dengan kuliner khasnya yaitu Coto Makassar, Palu Butung, Es Pisang Ijo, dan juga Sop Konro ~ Yummyyyy hehe 😀

Tapi kalau dengar nama Makassar di Afrika Selatan, apa itu memang ada? apa itu bagian dari Indonesia juga? Kok bisa nama salah satu kota di Indonesia ada di negara yang nan jauh disana.

Setelah si Neng cari-cari info ternyata Kota Makassar di Afrika Selatan itu memang ada dan BUKAN bagian dari Indonesia (Jelas keduanya berada di dua negara bukan?) terus kenapa bisa samaan gitu nama kotanya?

Begini ceritanya ~~~~~~~~ Pada tahun 1684 salah satu pejuang Indonesia yang bernama Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan dan wafat di Cape Town, Afrika Selatan.

Beliau merupakan pejuang Indonesia yang aktif menyebarkan agama Islam, beliau belajar tentang agama Islam sejak masi kecil, di usia 18 tahun beliau pergi ke Banten dan Aceh. Beliau pun sempat mencari ilmu ke Yaman dan Damaskus.

Ketika Kesultanan Gowa mengalami kalah perang terhadap Belanda, beliau kembali ke Banten dan diangkat menjadi mufti. Pada periode ini Kesultanan Banten menjadi pusat pendidikan agama Islam, dan beliau memiliki murid dari berbagai daerah.

Ketika pasukan Sultan Ageng dikalahkan Belanda tahun 1682, beliau ditangkap dan diasingkan ke Srilanka. Ketika berada di Sri Lanka beliau masi aktif menyebarkan agama Islam, banyak muridnya yang berasal dari India Selatan dan juga beliau memiliki banyak murid dari jamaah haji yang singgah di Sri Lanka sebelum melanjutkan perjalanannya ke Tanah Suci Mekkah. Melihat hal ini Pemerintah Belanda sangat geram, karena dimanapun beliau diasingkan selalu memiliki banyak murid yang bisa memberikan pengaruh buruk terhadapnya, akhirnya Pemerintah Belanda mengasingkan beliau ke lokasi yang lebih jauh yaitu Afrika Selatan.

Di Afrika Selatan, beliau tetap berdakwah, dan memiliki banyak pengikut. Ketika beliau wafat pada tanggal 23 Mei 1699, pengikutnya menjadikan hari wafatnya sebagai hari peringatan. Bahkan, Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan, menyebutnya sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’. Beliau pun mendapatkan gelar pahlawan karena ikut berjuang bersama masyarakat Afrika Selatan.

IMG_9839

Tak hanya di Afrika Selatan, pemerintah Indonesia di era Presiden Soeharto juga telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada beliau pada Agustus 1995.

Screen Shot 2017-09-16 at 7.40.23 PM

Di Tanah Air, makam beliau terdapat di Gowa. Namun, atas permintaan Raja Gowa Abdul Jalil, kerangka jenazah ulama kebanggaan masyarakat Sulsel itu dipindahkan ke Gowa pada 1795.

Kampung Makassar di Afrika Selatan

Di kalangan masyarakat Muslim Afrika Selatan, beliau dianggap berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam. Tak hanya itu, beliau juga dianggap sebagai pendiri komunitas Muslim dan budaya Melayu di Afrika Selatan.

Sebagai bukti, terdapat perumahan yang diberi nama Kramat Makassar, yang berada tak jauh dari makam beliau. Lokasi itu dihuni sedikitnya 40 kepala keluarga. Uniknya, sebagian besar warga di sana mengaku memiliki nenek moyang dari Makassar.

Ratusan tahun telah berlalu. Kini, perkawinan campur antarsuku telah terjadi di Kampung Makassar.

Dalam kehidupan berbagai suku masyarakat Afrika Selatan, bukan hanya masyarakat Muslim, terdapat pengaruh bahasa Indonesia ke dalam kosakata bahasa sehari-hari di kalangan warga Afrika Selatan. Seperti kata Lebaran, buka puasa, piring, terima kasih, dan sembahyang.

Nah terjawab kan tentang Kota Makassar di Afrika Selatan, kalau mau berziarah ke makam beliau sangat mudah sekali aksesnya, cukup menempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat kota Cape Town, atau bisa juga menggunakan jasa travel & tour guide, disaat si Neng cari info buat kesana si Neng nemu banyak banget agen perjalanan yang bisa bawa kita kesana satu paket dengan mengunjungi daerah muslim juga. Sungguh menarik untuk dikunjungi kan?

Jadi begitulah jejak sejarah Indonesia yang tertinggal di Cape Town, Afrika Selatan. Semoga informasinya bermanfaat 🙂

Haturnuhun,

Neng Lita

Xx

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Yusuf_Al-Makasari, http://news.liputan6.com/read/2879635/syekh-yusuf-ulama-makassar-yang-jadi-pahlawan-di-afrika-selatan

4 thoughts on “Kota Makassar di Afrika Selatan Memangnya ada??”

  1. Wah keren banget ya, sudah ketebak sih sebelumnya pas meliha judul karena sy juga warga Makassar yg tinggal di Kab. Gowa hehee. Tapi saya ga berpaling sama sekali membaca sampai habis karena penjelasannya sangat detail. Terima kasih telah berbagi, semoga suatu hari bisa berkunjung kesana. Keep writing yaa..

    Like

Leave a Reply to Lina Zuhratul Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s