Culinary, South Africa, Traveling

Makan Pagi di Pasar Tradisional Cape Town

Ketika berbicara makan pagi di pasar tradisional apa sih yang ada di benak kalian?

Kalau si Neng membahas makan pagi di pasar tradisional pasti teringat pasar tradisional yang berada di Ubud yang bernama Pasar Tradisional Ubud atau Pasar Seni Ubud, disana banyak sekali aneka ragam makanan yang sangat pas untuk disantap di pagi hari, contohnya bubur mengguh atau bubur pedas, nasi jinggo, nasi sela dan aneka ragam makanan tradisional lainnya. Pun begitu ketika berada di kampung halaman ketika makan pagi pasti menunya bubur ayam, lontong sayur, nasi uduk bahkan nasi goreng.

Nah, bagaimana ceritanya kalau makan pagi di luar negeri khususnya di Cape Town. Pastinya menu yang ditawarkan sangat berbeda. Seperti menu kontinental pada umumnya, makan pagi pasti tidak terlepas dari sereal, roti, telur, sosis ataupun bacon.

Screen Shot 2018-01-07 at 21.49.43

Dekat tempat tinggal si Neng terdapat pasar tradisional yang bernama Oranjezicht City Farm/ Oranjezicht Peternakan Kota, pasar ini hanya buka di hari Sabtu saja, dibuka pukul 9 pagi dan tutup pukul 2 siang.  Pasar ini disediakan untuk para petani lokal ataupun para pengusaha produk rumahan. Disini banyak sekali produk yang dapat kita dapatkan dan yang menjadi unggulan ialah sayur-sayuran dan buah-buahannya merupakan produk yang diolah secara organik. Selain buah dan sayur juga terdapat roti, susu organik, telur ayam, telur burung puyuh, madu, jamur, dll.

Untuk menu makan pagi banyak sekali pilihannya. Di pasar ini terdapat tempat khusus untuk bagian makanan dan minuman dan juga terdapat bagian khusus bagi para penjual yang menjual produknya tidak mengandung gula, susu dan gluten,  ini semua seperti surganya si Neng yang gak makan gula 😀

IMG_5371.jpg

Makanan sendiri banyak sekali pilihannya, menu yang ditawarkan tidak hanya menu kontinental saja tetapi ada juga menu dari China, Spanyol, Cape Malay, Thailand.
Menu kontinental tentunya tidak terlepas dari roti, telur, bacon dan ham. Menu Asia pun tersedia seperti dimsum, bakpao isi sayuran, teh jasmine/ melati hingga kimchi. Dan yang menarik dari Cape Malay mereka menjual ayam kare yang dihidangkan dengan nasi putih. Yang cukup menarik perhatian si Neng yaitu satai jamur, wanginya sangat menggugah selera 🙂 Dan juga tersedia menu dari Spanyol yaitu Paella.

Ternyata pasar tradisional disini menarik ya? Banyak sekali variasi menu yang ditawarkan dan juga buah dan sayuran yang dijual sangat segar dan berbahan organik yang pastinya sangat baik untuk tubuh.

Satu hal yang membuat si Neng suka buat makan pagi di pasar tradisional ini ialah walaupun namanya pasar tradisional tetapi tempatnya sangat rapih dan bersih sekali, jadi nyaman untuk berkeliling dan juga bersantap ria.

Kalau kalian gimana? menu apa yang kalian suka ketika makan pagi? Apa kalian suka untuk makan pagi di pasar tradisional juga?

Haturnuhun,

Neng Lita

Xxx

 

2 thoughts on “Makan Pagi di Pasar Tradisional Cape Town”

  1. waaah seru ya ternyata nun jauh di Afrika selatan ada juga pasar tradisional seperti ini. Kalo aku paling suka apa ya makan pagi? Hmm…bubur ayam ok, nasi uduk ok, lontong sayur ok, halah pengabdi kolesterol banget ya aku wahahaha….

    Liked by 1 person

    1. Lumayan seru Mba, walaupun bukanya hanya di hari Sabtu aja… wah kalau bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur mah sy juga suka. Bubur ayam si yg selalu jd menu rutin, kalau abang bubur gak lewat rasanya kesel bgt karna harus ganti menu makan paginya haha

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s