Traveling

Cerita Lengkap Perjalanan ke Islandia #1

Sampurasun?
Rampes!!!!

Hi teman-teman semua.. Sudah lama banget ya Neng sepertinya vakum dari dunia per-blogger-an huhuhuhu maafkeun yah..

Maaf ya, karena memang ada suatu hal yang membuat fisik agak sedikit drop dan tidak bisa lama-lama di depan laptop. Tapiiiiii si Neng alhamdulillah masi di kasih kekuatan dan kesehatan untuk bisa jalan-jalan untuk menghirup udara segar 😀

Trip kali ini ialah ke Islandia atau yang biasa terkenal dengan nama Iceland. Wow!! mendengar namanya saja sudah terbayang apakah disana ada banyak es? sedingin apa sih? Kebetulan si Neng berkunjung di musim panas, tapiiii walaupun musim panas cuaca disana masi kurang dari 15 derajat celcius yaaaa… Rata-rata perhari itu suhunya kisaran 8 sampai 14 derajat celcius, itu hanya di kota tetapi kalau di pegunungan sampai 3 atau 4 derajat celcius. Baiklah mari kita mulai ceritanya dari awal, okay!

Dimana sih letak Islandia? Islandia terletak di sebelah barat laut Eropa dan sebelah utara Samudera Atlantik, yang terdiri dari Pulau Islandia dan beberapa pulau kecil disekitarnya. Islandia terletak 300 kilometer di sebelah timur Greenland dan 1.000 kilometer dari Norwegia.

Berapa banyak jiwa populasi Islandia? Berdasarkan informasi terbaru jumlah populasi di negeri kecil nan cantik ini jumlah populasinya ialah 360.390 jiwa. Ya, tidak ada apa-apanya dibanding jumlah populasi di Pulau Jawa pun Pulau Bali yang jumlahnya sampai jutaan jiwa.

Visa apa yang di butuhkan untuk mengunjungi Islandia? Schengen visa dan prosesnya di proses oleh Kedutaan Denmark, si Neng juga kurang faham kenapa tapi memang begitu prosesnya, jadi saat mengurus di VFS kita daftarnya untuk negara Denmark.

Persyaratan utama untuk mengajukan schengen visa apa ya? Silahkan di cek di website VFS langsung karena menurut Neng saat pengajuan visa yang utama adalah kematangan jadwal perjalanan, booking tiket pulang pergi, bukti reservasi hotel yang akan kita tempati, rekening koran selama 3 bulan ke belakang, ini yang utama karena untuk Schengen Visa harus ada nominal tertentu di rekening kita yang mana nominal tersebut harus bisa mengcover biaya harian kita selama kita berada disana. Tujuannya pasti mereka ingin lihat kalau kita tidak akan menggembel di negerinya ya kan😃, dan juga kita wajib membeli asuransi perjalanan yang dapat mengcover kita dengan nilai pengcoveran minimum EU 30,000/ Rp.466.395,000,-
Kita harus baca baik-baik dokument apa saja yang diperlukan lalu kita atur jadwal untuk menyerahkan semuanya dan rekam biometric lalu duduk manis menunggu hasil selama 15 hari kerja. Alhamdulillah selama ini si Neng selalu mengurus visa sendiri tanpa agent dan tidak pernah ada kendala ataupun visa di tolak. Ingat, penuhi semua persyaratan maka semua akan mudah 😉

Lalu di Islandia enaknya ngapain aja? BANYAK!!!!! Ya banyak banget, apalagi buat kalian pecinta outdoor activites, ahhhhhh kalian akan amat sangat puas. Tapiiii karena si Neng sedang dalam kondisi yang tidak 1000% bisa ikut banyak aktifitas jadi harus mengikuti saran dokter yaitu ambil city tour atau tour yang tidak ekstrim. Walaupun rencana awalnya si Neng dan si Akang akan hiking dan camping selama 4 hari 3 malam dengan trek Landmannalaugar – Þórsmörk, akan tetapi si Neng harus membatalkan itu dan cari tour lain yang syarat mutlaknya tidak hiking dan membawa bawaan berat. Tapi, si akang masi lanjut dengan rencana awal yaitu hiking dan camping selama 4 hari 3 malam. Luar biasa!!

Lalu bagaimana perjalanannya? Ini dia perjalanannya:
Hari ke-1.
Kami berdua mengambil penerbangan dari Bandara London Luton ke Reykjavik, total penerbangan cukup singkat, kurang dari 3 jam saja. Sesampai di Bandara Reykjavik kita naik bus untuk ke pusat perkotaan namanya Reykjavik, untuk pembelian tiket bus sudah kami beli secara online, jadi ketika sampai cukup menunjukkan bukti pembeliannya saja perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 45 menit. Hotel yang kita pesan lokasinya di pusat perkotaan jadi lokasinya amat sangat strategis. Karena si Neng akan bermalam disana selama 5 hari 4 malam maka si Neng memutuskan untuk sewa hotel dengan fasilitas seperti di apartemen jadi lengkap dengan mini dapurnya, dengan kondisi badan yang tidak 1000% segar jadi sangat perlu ada dapur biar bisa masak masakan yang sesuai dengan lidah dan juga akan mengirit biaya pengeluaran. Oh ya, Islandia itu termasuk negara yang mahal ya, si Neng bisa bilang lebih mahal dari London ☹️, jadi segala pengeluaran harus kita perhitungkan agar tidak melebihi budget betul betul betul?

Si Neng mengambil penerbangan sore dari London jadi ketika sampai di Reykjavik langsung bisa istirahat. Keeseokan harinya si Neng tidak mengambil tur apa-apa karena harus membantu si Akang mempersiapkan semuanya untuk keperluan camping, beberapa peralatan camping memang kita sewa di Reykjavik, walaupun harga sewa 2x lipat dari harga di London cuma kami rasa itu lebih efisien, jadi kami tidak perlu bawa-bawaan yang banyak dari London. Setelah mengambil semua perlengkapan camping, si Neng mengantar si Akang untuk naik bus dari Reykjavik ke Landmannalaugar. Si akang pun akan melanjutkan perjalannnya dari Landmannalaugar. Setelah mengantar si Akang, si Neng pun jalan-jalan melihat perkotaan Reykjavik. Kota yang unik dengan masi banyaknya bangunan-bangunan tua bergaya eropa. Si Neng pun berjalan dan melihat ramainya orang berjalan ke arah bangunan tersebut ternyata bangunan tersebut ialah Hallgrímskirkja atau mereka bilang Church of Iceland. Gereja ini merupakan gereja terbesar di Islandia.

1280px-Reykjavik's-church
Hallgrímskirkja

Di sepanjang perjalanan kalian akan disuguhkan banyaknya penjual yang jual aneka macam makanan, restoran asia, eropa, dll, pertokoan yang jual baju-baju tebal dan aneka ragam lainnya.

img_6088
Salah satu bakery yang ada di perkotaan
img_6091
Mmpir ke toko oleh-oleh untuk tambahan koleksi perjalanan 🙂

Setelah berjalan-jalan si Neng berjalan ke arah pesisir laut. dan ternyata wow!! banyak yang sedang memancing disana, melihat mereka memancing dan mendapatkan ikan dengan sangat cepat memberi kepuasan tersendiri untuk melihatnya. Tanpa si Neng ketahui ternyata tempat ini memang tempat yang cukup terkenal, namanya The Sun Voyager yang mana pembuatannya rampung di tahun 1990.

img_6106
The Sun Voyager

img_6107img_6113img_6109img_6111

img_6104

img_6100
Toko buku plus coffee shop yang letaknya persis di seberang hotel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah cukup berjalan-jalan menikmati perkotaan Reykjavik Neng pun kembali ke hotel dan beristirahat. Mempersiapkan tenaga karena di hari-hari berikutnya akan ikut tur keluar kota Reykjavik yang pastinya sangat cantik dan memuaskan 😊.

Bersambung……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s